PNG and France: Bridging the gap through science

PNG Governor-General and French Ambassador to PNG at Parliament House, Port Moresby
PNG Governor-General and French Ambassador to PNG at Parliament House, Port Moresby

SCIENTISTS around the world, especially in France, are astonished by PNG’s large rainforest and its biodiversity, says France’s Ambassador Philippe Janvier-Kamiyama.

Janvier-Kamiyama was speaking at Government House in Port Moresby after presenting his credentials to acting Governor-General and Speaker Job Pomat.

“Your country has the third largest primary rainforest in the world, whose biodiversity is remarkable and of the highest interest to scientists, especially French,” Janvier-Kamiyama said.

“It is a precious asset for your country and for all humanity.

“Combining economic development with respect for the environment is a challenge that deserves to be addressed and we are also ready to work with you effectively and lastingly in this area.”

Janvier-Kamiyama also praised PNG for its “valuable support” during the Paris Summit in December 2015 to fight global warming.

“Your country is well aware of the challenges ahead as result of climate change, as it is already being impacted,” he said.

“Be sure that we will be on your side to come up together with the best paths for sustainable development and implementation of renewable energies.”
Janvier-Kamiyama said PNG would have the opportunity to showcase its potential to the international community in the Asia-Pacific Economic Cooperation (Apec) summit in November.

“Apec is an opportunity to show all the members how much your country has evolved and how it is full of potential to continue its development and play an even greater role in the concert of nations,” he said.

Source: https://www.thenational.com.pg/

Endemik adalah suatu istilah untuk sebutan sebuah peristiwa yang menjadi unik pada satu lokasi geografi tertentu, seperti pulau, negara, atau zona ekologi tertentu. Untuk dapat dikatakan endemik suatu organisme harus ditemukan hanya di suatu tempat dan tidak ditemukan di tempat lain. Nah, kalau berbicara mengenai hewan endemik yang unik-unik di indonesia, Papua adalah surganya.

Berikut ini ada 5 Hewan Endemik Di Papua :

1. CENDRAWASIH MERAH

Cendrawasih merah atau dalam nama ilmiahnya Paradisaea rubra adalah sejenis burung pengicau berukuran sedang, dengan panjang sekitar 33-cm, dari marga Paradisaea. Burung ini berwarna kuning dan coklat, dan berparuh kuning.
Burung cendrawasih merah jantan dewasa berukuran sekitar 72cm yang termasuk bulu-bulu hiasan berwarna merah darah dengan ujung berwarna putih pada bagian sisi perutnya, bulu muka berwarna hijau zamrud gelap dan diekornya terdapat dua buah tali yang panjang berbentuk pilin ganda berwarna hitam. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan, dengan muka berwarna coklat tua dan tidak punya bulu-bulu hiasan.
Endemik Cendrawasih merah hanya bisa ditemukan di hutan dataran rendah pada pulau Waigeo dan Batanta di kabupaten Raja Ampat, provinsi Papua Barat.
Adanya Cendrawasih merah bermula dari poligami spesies. Burung jantan memikat pasangan dengan ritual tarian yang memamerkan bulu-bulu hiasannya. Setelah kopulasi, burung jantan meninggalkan betina dan mulai mencari pasangan yang lain. Burung betina menetaskan dan mengasuh anak burung sendiri. Pakan burung Cendrawasih Merah terdiri dari buah-buahan dan aneka serangga, dan seperti itulah ekosistem dari Cendrawasih merah.

2. HIU KARPET BERBINTIK

Kekayaan bawah laut Raja Ampat bersembunyi suatu spesies yang disebut “penguasa bayangan” perairan Raja Ampat, ya itu adalah Hiu Karpet (Hemiscyllium freycineti). Hiu ini memiliki habitat di laut dangkal dengan terumbu karang, pasir dan rumput laut yang lebat dan kondisi itu biasanya digunakan oleh Hiu Karpet Berbintik sebagai tempat yang sangat tepat untuk berkamuflase atau melindungi diri, atau mungkin pada saat berburu juga.
Spesies Hiu ini termasuk kategori hiu bambu atau famili Hemiscyllidae dan memiliki bentuk yang bisa dibilang unik yang dikarenakan oleh bintik-bintik kecil yang sedikit memanjang dan cenderung berwarna gelap pada rentang interval antara 8-9 baris di ekor dan kepalanya.
Meskipun hiu ini kelihatan kecil dan tidak berbahaya, namun para penyelam jangan pernah meremehkan makhluk ini, karena seringkali tampak mereka memakan ikan lain yang lebih besar, layaknya binatang predator lainnya.

3. KANGURU POHON MANTEL EMAS

Kanguru-pohon Mantel-emas atau dalam nama ilmiahnya disebut Dendrolagus pulcherrimus ialah sejenis kanguru-pohon yang hanya bisa didapat pada hutan pegunungan pulau Irian. Jenis binatang ini memiliki rambut-rambut halus pendek berwarna coklat muda. Leher, pipi dan kakinya berwarna kekuningan.
Sisi bawah perut berwarna lebih pucat dengan dua garis keemasan dipunggungnya. Ekor panjang dan tidak prehensil dengan lingkaran-lingkaran terang. Penampilan Kanguru-pohon Mantel-emas serupa dengan Kanguru-pohon Hias.
Perbedaannya adalah Kanguru-pohon Mantel-emas memiliki warna muka lebih terang atau merah-muda, pundak keemasan, telinga putih dan berukuran lebih kecil dari Kanguru-pohon Hias.

4. KASUARI GELAMBIR SATU

Burung kasuari ini memiliki satu gelambir. Hewan ini berbulu lebat, dan memiliki tinggi badan sekitar 160 cm dengan berat badan 55-85 kg. Burung kasuari bergelambir satu memiliki panjang kaki 45 cm. Kulit leher dan kepalanya tidak berbulu, panjang gelambirnya adalah sekitar 3 cm , yang berwarna kuning menggantung ke bawah. Burung ini tidak bersayap, hidup soliter. Hewan ini termasuk ke dalam golongan fruktifora atau hewan pemakan buah-buahan. Burung ini memiliki paruh dan sepasang telinga. Berkembang biak dengan cara ovipar atau bertelur.
Kasuari gelambir satu (Casuarius unappendiculatus) hidup di Indonesia dan Papua New Guinea. Daerah sebarannya di Pulau Papua adalah di bagian Utara pulau ini dan dari sinilah nama Inggrisnya berasal, Northern Cassowary.

5. NURI SAYAP HITAM

Nuri sayap hitam atau Nuri merah-biak, dalam nama ilmiah disebut Eos cyanogenia adalah sejenis nuri berukuran sedang, dengan panjang sekitar 30cm, dari suku Psittacidae. Burung nuri ini mempunyai bulu berwarna merah cerah, bercak ungu di sekitar telinga, paruh merah kekuningan, punggung hitam dan mempunyai iris mata berwarna merah. Burung jantan dan betina serupa.
Nuri Sayap-hitam hanya ditemukan di habitat hutan di pesisir pulau Biak dan pulau-pulau di Teluk Cenderawasih. Spesies ini sering ditemukan dan bersarang di perkebunan kelapa.
Nah itulah Sob, tentang lima endemik yang hanya ada di Papua dengan keinstimewaannya. Semoga yang ada di Papua bisa menjaganya agar tetap lestari ya, ya supaya keindahan alam kita tetap utuh dengan adanya binatang endemik Papua di atas.

Sorong, Jubi – Terdapat lebih dari 250 jenis burung ditemukan di Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat.

Fauna and Flora International (FFI) mencatat bahwa di Pulau Waigeo terdapat 173 spesies burung; 11 diantaranya adalah burung endemik Pulau Papua, seperti cenderawasih merah dan cenderawasih kecil yang sangat menarik yakni cendrawasih botak.

Enam dari sepuluh jenis burung yang hanya ditemukan di tanah Papua merupakan endemik Kepulauan Raja Ampat yang hanya bisa ditemukan di Pulau Waigeo, Misool, Kofiau, Batanta dan Pulau Salawati.

Fauna and Flora International (FFI) mencatat bahwa di Pulau Waigeo terdapat 173 spesies burung; 11 diantaranya adalah burung endemik Pulau Papua, seperti cenderawasih merah dan cenderawasih kecil yang sangat menarik yakni cendrawasih botak.

Selain itu ada burung Maleo Waigeo (Aeypipodius bruijni), yang merupakan burung endemik yang hanya terdapat di Pulau Waigeo.

Sementara Michael K. Tarburton dalam “The Avifauna of Misool” mencatat terdapat 141 jenis burung di pulau Misool dan mempunyai potensi untuk wisata burung yang luar biasa. Temuan Michael didukung hasil pengamatan sebuah tim yang terdiri dari The Nature Conservancy (TNC), Papua Bird Club pada Mei 2015. Hal yang sama dilakukan Dr. Richard Noske – seorang ahli burung dari Australia dan presiden organisasi Birds Queensland, melakukan pengamatan burung di Pulau Misool dan Pulau Kofiau.

Dalam pengamatan di Kampung Kapatcol, Distrik Misool Selatan, tim melihat 5 jenis burung cenderawasih yaitu: lesser birds of paradise (Paradisea minor), king birds of paradise (cicinnurus regius), magnificent bird-ofparadise (cicinnurus magnificus), glossy mantled manucode (manucodia ater) dan crinkle – collared manucode (manucodia chalybatus) dan untuk melihatnya relatif mudah, serta tempatnya juga cukup terjangkau yaitu di hutan bakau dan hutan di atas dataran rendah.

Sedangkan dalam pengamatan di Pulau Kofiau, ditemukan sekitar 50 jenis burung. Pulau ini memiliki daya tarik bagi para peneliti dan pengamat burung karena memiliki dua spesies burung endemik yaitu kofiau paradise king fisher atau biasa disebut dengan Burung Raja Udang (nama Lokal: Mampitosoi) dan Kofiau Monarch, biasa disebut Kehicap Kofiau (nama lokal: Baikolei Hutan).

FFI dalam pres rilis yang diterima Jubi di Sorong, Papua Barat, Jumat (9/9/2016) menyebutkan tanggal 23 Agustus 2016 di kantor bupati Raja Ampat, Waisai, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat melalui Dinas Pariwisata, The Nature Conservancy (TNC), Fauna and Flora International (FFI), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), dan Papua Bird Club telah menggelar kegiatan Ekspos Ragam Hayati dan Pesona Burung di Kabupaten Raja Ampat.

Ekspos ini berupaya menyebarkan informasi ragam hayati dan pesona burung yang ada di Raja Ampat. Juga ajang berbagi tentang pengelolaan wisata burung. Sehingga terbuka potensi, peluang, strategi pengembangannya untuk mengatasi tantangan.

“Raja Ampat juga menyimpan potensi kekayaan daratan yang luar biasa. Bermacam jenis burung bisa ditemukan di sini. Jika hal ini bisa dikembangkan dan dikelola baik dan berkelanjutan, tentu akan mendatangkan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” kata Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati.

Menurutnya Pemkab Raja Ampat akan mendukung upaya pengembangannya melalui kegiatan ekowisata berbasis masyarakat yang mengedepankan prinsip-prinsip konservasi untuk melestarikan ekosistem alam.

Hal itu ditindaklanjuti dengan pembentukan Forum Pemerhati Wisata Darat Raja Ampat yang terdiri dari lintas elemen masyarakat, organisasi dan para pemangku kepentingan terkait.

Pembentukan forum ini dilakukan untuk mendorong dan memajukan pengelolaan wisata darat di Kabupaten Raja Ampat agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip kelestarian lingkungan. (*)

Gubernur Papua Lukas Enembe Saat Berbincang Dengan Beberapa Staf – Jubi/Alex
Gubernur Papua Lukas Enembe Saat Berbincang Dengan Beberapa Staf – Jubi/Alex

Jayapura, Jubi – Gubernur Papua Lukas Enembe meminta dukungan semua pihak dalam pelaksanaan Konferensi Internasional Keanekaragaman Hayati/Bio Diversity Ekowisata dan Ekonomi Kreatif (ICBE) 2016, yang akan berlangsung pada Rabu (7/9/2016), di Jayapura.

“Minggu ini ICBE 2016 sudah digelar, kami mohon dukungan dari semua pihak,” kata Enembe, di Jayapura, Senin (5/9/2016).

Menurut Gubernur, ICBE 2016 akan dihadiri beberapa tamu dari negara tetangga, sehingga semua pihak harus turut berprestasi, mengingat event ini berskala internasional.

“Saya harap saudara saudara untuk menyesuaikan diri dan ambil bagian di ICBE nanti,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan, ujar Enembe, tidak hanya menyukseskan penyelenggaraan konferensi saja, tetapi mampu menjaga ketertiban dan keamanan selama berlangsungnya konferensi di Jayapura.

“Kita sudah diberikan kesempatan untuk menggelar konferensi bertaraf internasional ini, sehingga saya harapkan semua pihak untuk bersama-sama menyukseskan perhelatan ini,” kata Enembe.

Sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Papua mengaku siap mengamankan jalannya ICBE 2016, yang akan berlangsung pada 7-10 September di Jayapura.

Kepala Satpol PP Provinsi Papua Alex Korwa, di Jayapura, Selasa (30/8/2016), mengatakan pihaknya akan melarang peredaran dan penjualan minuman beralkohol (miras) selama konferensi itu berlangsung.

“Disperindag akan keluarkan surat edaran kepada seluruh pengusaha miras, dengan batas waktu 5-12 September tidak boleh ada penjualan. Akan ada sanksi tegas bagi yang tidak mengindahkan larangan itu. Kami akan razia, jika kedapatan izin usaha akan dicabut,” katanya.

Konferensi akan digelar di tiga tempat, yakni Sasana Krida Kantor Gubernur, Gedung Olahraga Cenderawasih dan Kantor Dinas Otonom Kotaraja.

“Saya kebetulan ditunjuk sebagai koordinator. Untuk itu, saya sudah ambil langkah langkah dari sisi pengamanan kita,” ujarnya. (*)