Erlangga Asvi

Reinkarnasi ini adalah sebuah topik yang lumayan berat. Saya putuskan membagi topik dengan tema reinkarnasi ini menjadi beberapa artikel. Artikel pertama ini berjudul apakah yang dimaksud dengan reinkarnasi.

Ada yang percaya reinkanasi, ada juga yang tidak. Beberapa kitab suci ada yang mengulas mengenai hal ini secara gamblang, adalagi yang hanya dijelaskan melalui bahasa sastra, bahasa yang perlu dijabarkan lagi. Bahasa yang menyembunyikan maksud yang sebenarnya. Apakah yang dimaksud dengan reinkarnasi sebenarnya ada di kitab-kitab tersebut. Karena saya bukan ahli kitab suci maka saya tidak ingin memperpanjang masalah pembahasan mengenai pengertian reinkarnasi yang ada di kitab suci.

Menurut ilmu energi spiritual nusantara, reinkarnasi adalah sebuah proses bagi kita untuk lebih mendewasakan jiwa kita. Jiwa kita adalah hardisk atau bank data kehidupan kita. Otak kita hanyalah  prosesor saja. Input informasi dari panca indera akan diproses oleh pikiran, alam bawah sadar kita akan berfungsi layaknya RAM jika kita ambil persamaannya dengan gadget/ laptop/ smartphone/ pc. Nah tempat penyimpanan data yang sesungguhnya ada di jiwa kita yang jika pada gadget akan berfungsi sebagai Hardisk.  (apapun yang tersimpan di dalam jiwa kita, dengan prinsip prinsip atau hukum energi, maka informasi tersbeut akan terpancarkan ke alam semesta, alam semestapun akan merespon dengan mengirimkan energi yang akan termanifestasikan sebagai kejadian yang sama persis dengan informasi yang kita kirimkan sebelumnya: Masih ada harapan bagi semua yang ingin mengubah nasib)

Bagaimana bentuk dari data yang tersimpan di hardisk kita tersebut. Data tersebut berbentuk bongkahan energi yang didalamnya ada informasinya. Setiap aktifitas kita akan menghasilkan energi, positif dan negatif, jika pikiran kita menyatakan aktifitas yang kita lakukan adalah aktifitas positif, maka energi yang dihasilkan akan menjadi energi positif. Energi positif ini akan mempunyai informasi juga, informasi atas kejadian asalnya. Energi positif dan informasi ini akan tersimpan di bagian jiwa kita.

Suatu saat jika umur fisik kita sudah habis, kita akan meninggal dunia, fisik kita akan terurai kembali menjadi unsur tanah. Tapi bagian jiwa kita tidak dapat terurai ke tanah. Jiwa ini merupakan sebuah bagian eterik, bentuknya seperti gas yang padat. Nah bagian jiwa inilah yang nantinya akan bereinkarnasi.

Jiwa kita ini akan pindah alam, pindah ke dimensi yang lain. Di dimensi itulah kita menunggu proses untuk turun ke dunia ini.  (Di artikel yang lain saya akan sharing mengenai apa saja yang dilakukan ketika proses menunggu turun ke dunia ini.) Kemudian jika saatnya tiba, jiwa kita ini akan turun kembali ke dunia. Apakah yang disebut sebagai reinkarnasi? Proses pindahnya jiwa kita dimensi lain yang lebih tinggi dan kembali lagi ke dunia ini untuk melakukan proses pendewasaan, penyucian atau pembersihan adalah yang disebut sebagai reinkarnasi. Tuhan yang Maha Esa melalui sistem yang dibuatnya (Alam Semesta) membuat proses ini sebagai sebuah proses untuk menjadikan jiwa kita lebih dewasa, lebih bersih dari energi engatif. Nanti ketika jiwa kita ini sudah bersih (baca artikel: sebab terjadinya masalah dalam kehidupan , bebas dari kemelekatan dunia, bersih dari energi negatif, bersih dari informasi negatif, maka jiwa kita akan kembali ke asalnya, kembali kepada Tuhan yang Maha Esa.

Jika proses pendewasaan jiwa di dunia berjalan dengan baik, tentunya jiwa kita mempunyai kualitas yang lebih baik dibanding sebelumnya. Kualitas jiwa kita menentukan bagus tidaknya tempat menunggu di alam kemudian, kedewasaan jiwa kita menentukan akan menjadi siapa kita kelak di kehidupan setelah ini. Kesucian jiwa kita menentukan seberapa banyak kita harus bereinkarnasi. Apakah yang dimaksud dengan reinkarnasi? Semoga setelah ini anda akan lebih memahami lagi mengenai reinkarnasi. Di artikel yang selanjutnya kita akan bahas lagi reinkarnasi ini dengan sub tema yang berbeda. Bagi anda yang ingin lebih paham mengenai ini dan ingin bisa terhubung langsung ke bagian jiwa, maka anda bisa mengikuti program saya berikut ini : Workshop pengembangan diri untuk kesuksesan melalui jalan spiritual energy.

  • Niat Baik, jika tidak diekspresikan dengan strategi yang tepat, akan menarik hasil yang negatif.
  • Kedewasaan dari Kesadaran akan menjadi kunci bagaimana mengekspresikan niat baik kita.
  • Kehidupan adalah hasil dari Kedewasaan Kesadaran
  • Kehidupan akan mengalir ke tujuan yang sudah kita tetapkan sebelumnya,
  • kita sudah menetapkan tujuan kita sendiri,  melalui cara yang kita sadari ataupun tidak sadari

Bersambung ke bagian 2 : Kehidupan di Bumi dan hubungannyadengan reinkarnasi ( reinkarnasi 2 )

Erlangga Asvi

Setelah di 2 artikel sebelumnya pembahasan mengenai pencerahan spiritual membahas mengenai 2 stasiun, yaitu 1 stasiun pikiran (Pencerahan Spiritual : Sebuah perjalanan kedalam diri manusia 1 ) dan stasiun ke 2 stasiun jiwa (Pencerahan Spiritual : Sebuah perjalanan kedalam diri manusia 2 ) . Maka kali ini kita akan masuk ke stasiun yang lebih dalam lagi, sebuah stasiun yang menjadi esensi hidup kita. Esensi energi yang membuat semua sistem di tubuh kita menjadi hidup. Stasiun energi murni, energi suci dari sang maha pencipta.

Sekali lagi saya tegaskan, jika kita beruntung sudah melewati 2 stasiun sebelumnya, yang tentu saja perjalanan Pencerahan spiritual ke dalam diri kita sendiri ini maha dahsyat rumit dan tidak akan pernah berakhir, karena dan ada banyak pintu cahaya yang ditemui, berbagai frekuensi kita lalui, berbagai spektrum warna yang kita dapatkan dan harus kita pilih, berbagai macam informasi seluruh perjalanan kehidupan (baik di kehidupan masa lalu, ataupun masa kini) yang adakalanya menjebak kita dengan gambaran gambaran yang seolah nyata, bahkan terkadang kita menemukan wujud yang mirip sekali dengan wujud fisik kita, atau bahkan sebuah fragmen kehidupan dari masa  lalu kita.

Jika semu hal tersebut bisa dilewati kita akan masuk ke bagian Baterai Kehidupan, atau pemasok daya kehidupan kita. Bagian ini adalah bagian yang dalam ranah agama menjadi bagian yang sakral, karena tertulis pada kitab, bahwa informasi mengenai bagian ini hanyalah hak bagi sang pencipta, kita hanya diberi sedikit saja informasinya. Tapi sedikit informasi ini ( sedikit dari sudut pandang Sang Pencipta ) adalah sangat banyak bagi kita.

Bagian ini adalah bagian yang sering disebut sebagai bagian ruh, atau ruhani atau percikan cahaya tuhan di dalam diri manusia, atau juga dalam bahasa inggris sebagai divine spark, divine light. Dan masih banyak lagi sebutan yang lain dari berbagai tradisi budaya dan kepercayaan yang ada di bumi, ataupun penjuru alam semesta, dan multi dimensi.

Dalam istilah ilmu energi spiritual nusantara, bagian ini disebut sebagai bagian Ruhani, yang merupakan percikan cahaya tuhan yang ada di dalam diri manusia. Inilah yang merupakan sumber energi yang maha dahsyat yang ada di dalam diri kita. Bagian bagian fisik (sel, organ tubuh bagian dalam dan luar) , etherik (pikiran, jiwa, chakra – pusat energi) akan bekerja jika mendapat pasokan energi dari bagian ini.

Bagian ini membawa esensi dan sifat dan sang pencipta. Jika kita bisa terhubung dengan bagian ini maka kita akan juga bisa terhubung dengan alam semesta, atau bahkan dengan para mahluk di semua dimensi, atau bahkan kepada sang pencipta sendiri.

Bagian Percikan Cahaya Tuhan ( The Divine Spark ) ini dibagi menjadi 3 bagian, Berikut ini adalah anatomi dari bagian ini :

(1) Bagian paling luar, yang juga berhubungan secara langsung dengan bagian jiwa (dalam hal ini jiwa bagian/lapisan jiwa suci), bagian ini disebut sebagai bagian Ruhani. Bagian ruhani ini adalah bagian atau kulit paling luar. Energi yang terkandung pada bagian ini bisa terhubung dan fit dengan multipel dimensi. Energinya mengandung informasi mengenai jalan atau pathway ke arah sang pencipta, yang bisa dicapai dari semua dimensi dan frekuensi. Energinya mengandung nama dari sang maha pencipta.

Energi Ruhnani adalah Energi dengan kualitas ilahiah/ Tuhan, paling luar atau membawa aura “nama Tuhan”, yang menyatu dengan pribadi tinggi kita (jiwa suci). Banyak manusia yang sebelum memulai aktifitas menyatakan : “Dengan nama Tuhan” atau “Atas nama Tuhan”, tetapi karena belum disertai Energi Ruhani, maka pernyataan tersebut bagaikan nyanyian kosong – hambar-hambur ditelan Alam, tidak mempunyai nilai atau efek kekuatan Aura Nama Tuhan, sangat disayangkan bukan??

Bagaimana cara untuk memanfaatkan energi di bagian ruhani ini, anda bisa baca referensi berikut ini : Pencerahan Ruhani , Praktisi Energi Ruhani

(2) Bagian yang selanjutnya adalah bagian Ruh Suci. Bagian ini adalah bagian yang mengandung karakteristik atau sifat-sifat dari sang pencipta. Ruh Suci adalah sumber dari semua RUH mahluk ciptaan, termasuk Ruh Pribadi umat manusia yaitu RUHANI. Di kedalaman Ruh Suci terdapat RUH TUHAN atau Zat Tuhan, sedangkan RUH Suci membawa sifat-sifat TUHAN dan RUH ANI membawa nama-nama TUHAN, semua mahluk ciptaan termasuk manusia membawa wujud TUHAN, dan semua perbuatan mahluk TUHAN yang mengikuti petunjukNya membawa perbuatan Tuhan.

Seseorang yang posisi kesadarannya telah sampai pada Diri Sejati ( jiwa suci ) maupun telah sampai pada jati diri ( Ruhani/ Nurani ) tidak akan bisa serta merta terhubung dengan RUH TUHAN. Kualitas energi jati diri tidak satu frekuensi dengan Energi Ruh Tuhan, jadi harus melalui proses pemurnian dalam satu keadaan dengan Ruh Suci terlebih dahulu, baru bisa koneksitas dengan Ruh Tuhan.

Ini adalah sebuah bagian dari tahapan pencerahan spiritual, Energi Ruh Suci adalah Energi kualitas Ilahiah/ Ketuhanan yang membawa aura “SIFAT TUHAN”, posisinya satu lapis di dalam Energi ruhani. Energi Ruh Suci mempunyai daya kekuatan melampaui Energi Ruhani maupun mahluk semua ciptaan, termasuk Alam Semesta bahkan Malaikat sekalipun.

Referensi : Pencerahan Ruh Suci, Praktisi Energi Ruh Suci

(3) Bagian selanjutnya adalah inti dari RUHANI, disebut sebagai Ruh Tuhan, ini adalah bagian akhir yang bisa kita temui dalam proses Pencerahan Spiritual perjalanan ke dalam diri manusia. Karena inilah inti dari manusia itu sendiri. Ruh Tuhan adalah Zat Tuhan atau inti RUH yang Maha Hidup, yang menghidupi segala sesuatu. Di kedalaman RUH TUHAN sementara ini belum tahu sehingga kami sebut sebagai misteri atau Rahasia Tuhan. Hanya orang-orang yang dikehendaki Tuhan-lah, maka Tuhan membuka/ menyingkap diri-Nya akan setetes dua tetes Rahasia-Nya.

Untuk mencapai suatu keberadaan dengan RUH TUHAN, kesadaran kita harus ditingkatkan sehingga dalam frekuensi yang sama, koneksitas atau keterhubungan terjadi, dalam keadaan seperti ini kita mengalami kondisi bersama Tuhan atau sering disebut “TUHAN  BERSAMA KITA”.

Puncak tujuan hakiki manusia adalah kembali ke Tuhan, kembali ke asal. Tetapi faktanya perjalanan hidup manusia di dunia ini justru banyak yang menyimpang arah dari tujuan. Banyak yang terjebak dalam kemelekatan duniawi, terombang ambing bagaikan buih dan ombak di lautan, kesenangan sesaat membawa kepedihan rasa jiwa yang tak berkesudahan. Mari mulai saat ini, kita adakan perubahan hidup, bertekad merevolusi jiwa-pikiran kearah tujuan kebenaran-kembali ke Tuhan, kita lahir baru di dunia ini. Menjadi manusia baru, yaitu “MANUSIA YANG BERMAKNA”.

Manusia Bermakna : bermakna bagi dirinya sendiri, bagi keluarganya, bagi masyarakat, bagi lingkungannya, bagi bangsa dan Negara, bagi dunia dan akhirat.

Energi Ruh Tuhan adalah energi dengan kualitas Ilahiah/ Ketuhanan yang merupakan Zat Tuhan, sumber akan kebenaran dan memancar sifat-sifat Tuhan, menyinari nama-nama Tuhan, menggerakkan Perbuatan Tuhan, mewujudkan Kehendak Tuhan, Misteri-Nya atau Rahasia Tuhan meliputi segala sesuatu.

Walaupun sesaat, para praktisi telah memiliki kemampuan atau pengalaman: Kesadaran dirinya menyatu – manunggal dengan kesadaran RUH TUHAN. Pada posisi ini kualitas energi kesadarannya bermuatan Energi RUH TUHAN atau bisa disebut sebagai “Energi KESADARAN TUHAN”

Peringatan penting dan jangan salah paham!. Bahwa pencerahan spiritual adalah sebuah kondisi dimna yang menyatu, manunggal adalah Energi Kesadaran nya. Otak-Pikiran-Logika tidaka menjangkau hal ini, karena bukan domainnya/ wilayahnya, mencoba-coba menilmiahkan hal ini, hasilnya akan menjadi salah kaprah. Logika dan Jiwa hanya mampu mendapatkan “PENGETAHUANNYA” yang sifatnya “menghantar” masuk ke wilayah “hati”. Energi RUH TUHAN wilayahnya adalah hati dikedalaman yang tak terhingga.

Referensi : Pencerahan Ruh Tuhan , Praktisi Energi Ruh Tuhan

Inilah titik tujuan paling akhir dari perjalanan ke dalam diri ini. Selanjutnya jika ini sudah dicapai, maka tugas kita adalah lebih memahami bagaimana energi ruh tuhan ini. Cara memahaminya adalah meningkatkan kualitas energi kita, sehingga kita selalu bisa masuk, dan kemudian memperpanjang durasi “tap in” di frekuensi ruh tuhan kini. Jika durasinya panjang, pastinya kita akan jadi lebih bisa memahaminya lagi. Pencerahan spiritual adalah bagaimana kita bisa tercerahkan dengan energi dan informasi yang didapat dari bagian Ruh Tuhan ini.  Energi dan informasi dari sumber lain hanyalah sebagai konfirmasi atas ketidak mengertian kita terhadapnya. Untuk memperpendek durasi belajar, maka carilah metode atau guru yang bisa membawa anda masuk langsung ke bagian Ruh Tuhan ini. Saran saya, cobalah untuk bisa mendapatkan sensasi dari hasil atau manfaat yang diperoleh dari energi dan informasi dari Ruh Tuhan Secara langsung. Hindarkan terjebak pada sensasi ketika berproses. Jika anda tertarik untuk bisa melakukan perjalanan cahaya ke dalam diri anda sendiri dan terhubung dengan bagian Percikan Cahaya Tuhan yang ada di dalam diri anda, maka anda bisa mengikuti programs aya yang berikut ini :

PROGRAM PENGEMBANGAN DIRI UNTUK KESUKSESAN dengan cara MENGENAL DIRI SENDIRI SEUTUHNYA

Atau anda bisa langsung menghubungi saya untuk informasi dan pendaftaran

Master Erlangga

Hp : 0813.3166.3166 / 0818.823.166 / 0812.9797.3166

W.A : 0896.3987.8115

BBM : ePOSITIF

Alam yang ada di Papua, dan alam di seluruh muka Bumi perlu kita pahami dan terima sebagai sebuah keutuhan interaksi dan saling ketergantungan antara (1) makhluk roh; (2) benda alam; (3) tumbuhan; dan (4) hewan di mana manusia adalah hewan pintar, hewan berakal dan hewan ber-roh, hewan bermoral dibandingkan dengan hewan lain.

Sahabat Alam Papua artinya sahabat dari semua aspek dan unsur kehidupan yang ada di semesta alam, terutama di Bumi Cenderawasih.

Sahabat Alam Papua bukan berarti mengunjungi, mendaki puncak, memanjat tebing-tebik, treking dan sejenis yang dilakukan wisatawan  yang menamakan diri pecinta alam. Sahabat Alam bukan pecinta alam. Sahabat Alam menjadi bagian dari alam, hidup sesuai dengan dan untuk menguntungkan kepentingan alam sekitar, bukan hanya dalam rangka manusia menghibur diri, mengembangkan hobi, mencari sensasi, dan sejenisnya.

Sahabat Alam Papua hadir untuk menyapa mdengar makhluk selain manusia dan makhluk manusia Papua dengan budayanya sehingga pada waktu-waktu akan datang kita hidup saling menghargai, saling mengenal, saling menopang, dan saling berkomunikasi.

Penulis: Prasasta Widiadi, 21:29 WIB | Jumat, 14 November 2014

GUNUNGSITOLI, SATUHARAPAN.COM – Hendra Harefa, Ketua Komisi Perempuan Gereja BNKP Jemaat Hilihao mengatakan saat ini dia kesulitan untuk melakukan proses pemasaran hasil produk industri kreatifnya. Gereja ini merupakan salah satu dari sekian banyak gereja di Kepulauan Nias yang melaksanakan program Gereja Sahabat Alam dari PGI.

“Kami ada kenalan tetapi hanya saja itu, memang kami sama sekali nggak ada tempat pemasaran khusus itu saja tidak ada satu toko,” kata Hendra Harefa kepada satuharapan.com, Jumat (14/11), di Gunungsitoli.

Gereja Sahabat Alam (GSA) merupakan salah satu program yang dirintis bagian Martiuria PGI yang bertujuan mengajak seluruh warga gereja dan masyarakat umumnya untuk tiba pada perubahan perilaku, tidak lagi sebatas wacana dan diskursus, dalam memperlakukan alam semesta ini secara bertanggung jawab.

Dalam mengimplementasi program ini, Bidang Marturia PGI bekerjasama dengan Kementrian Lingkungan Hidup (KLH), dan STT Jakarta menyusun sebuah buku panduan yang memaparkan lebih detail tentang apa itu GSA, refleksi teologis yang mendasarinya, serba serbi aktivitas yang bisa dilakukan, dan lainnya.

Beberapa waktu lalu, Sekretaris Eksekutif Bidang Marturia PGI, Favor Bancin mengatakan Gereja Sahabat Alam adalah proses membuat seluruh jemaat semakin menyadari pentingnya lingkungan sekitar.

“Gereja Sahabat Alam ini nantinya ada yang memakai khotbah tata ibadah, tata pengajaran untuk anak sekolah minggu misalnya kita di dalam buku ini kita akan mengangkat tata ibadah hari bumi yang berdasar dari teman-teman kita yang melawan sebuah perusahaan yang merusak lingkungan,” kata Favor, kala itu.

Hendra Harefa mengatakan pihaknya tidak berhasil mendapat sarana yang tepat untuk memasarkan produk-produknya. Seluruh produk kreatif tersebut antara lain Kerajinan tas dompet, kerajinan dari kertas kertas majalah bekas terus ada sampah dari aqua gelas dijadikan bunga. Hendra Harefa juga menunjukkan dalam poster tentang kegiatan-kegiatan Komisi Perempuan Gereja Banua Niha Keriso Protestan (BNKP) Jemaat Hilihao antara lain pembuatan pupuk kompos dari barang-barang bekas.

Kesulitan pemasaran juga dialami pelaku Gereja Sahabat Alam dari Gereja Angowuloa Fa’awosa kho Yesu (AFY) jemaat Desa Hilibadaluo, Aroziduhu Lombu.

“Pelatihan dari GSA ini penting dan kami berterima kasih untuk PGI, tetapi kami memang punya hasil produk kreatif seperti ini tetapi yang kami cari sekarang ini adalah kami cari pemasaran hasil dari warga jemaat,” kata Aroziduhu Lombu.

Akan tetapi salah satu yang beruntung adalah Milhati Harefa S.Th dari Sinode Gereja Angowuola Mahsehi Indonesia Nias (AMIN) yang mengatakan dia memiliki pengalaman memasarkan produk-produk seperti Kerajinan tas dompet, kerajinan dari kertas kertas majalah bekas terus ada sampah dari aqua gelas dijadikan bunga yang dia pasarkan saat penyelenggaraan Pertemuan Raya Perempuan Gereja (PrPrG) di Teluk Dalam mulai dari 5 – 8 November 2014 lalu.

“Generasi muda di jemaat kami memiliki kesadaran akan lingkungan apalagi mereka menyadari bahwa apa yang mereka lakukan itu memiliki nilai ekonomis pekerjaan ini mendapatkan uang,” kata Milhati Harefa.

Editor : Bayu Probo