Erlangga Asvi

Jika di artikel sebelumnya saya banyak membahas mengenai kerja pikrian dan hati, maka artikel ini adalah sambungan dari artikel penyebab terjadinyamasalah dalam kehidupan 1.

Di artikel ini saya akan lebih banyak membahas mengenai persoalan energi yang timbul dari proses bekerjanya pikiran dan hati. Jika kita bisa paham mengenai soal yang mendasar ini maka kita akan bisa mencari solusi atas berbagai masalah kehidupan. Bisa saya katakan setelah saya menjalankan program sejak tahun 2013, penyebab terjadinya masalah dalam kehidupan adalah energi negatif dan positif, yang tidak tertata dengan baik.

Sebelum membaca artikel ini saya sarankan anda membaca bagian pertamanya dahulu, silahkan dibaca terlebih dahulu : Penyebab terjadinya masalah dalam kehidupan .bagian ke 1

Supaya lebih jelas lagi, saya akan memberikan ilustrasi sebagai gambar :

Segala tindakan kita akan menghasilkan energi, tida hanya tindakan fisik, tetapi juga tindakan pada pikiran dan hati. Kita berpikir akan menghasilkan energi, kita merasakan sesuatupun akan menghasilkan energi.

Awal mulanya, semua energi adalah murni, yang membuatnya menjadi positif dan negatif adalah manusia atau diri kita sendiri. Aktifitas yang dinyatakan sebagai aktifitas positif oleh pikiran kita akan menghasilkan energi positif. Demikian juga sebaliknya.

Energi ini akan tersimpan di bagian jiwa/hati kita. Hati kita merupakan sebuah bank data informasi atau di gadget kita disebut sebagai hardisk.

Energi yang tersimpan ini akan menarik datangnya energi yang sejenis dari alam semesta. Jika kita menyimpan banyak energi positif maka kita akan menarik kejadian kejadian positif, tidak hanya itu saja…orang orang yang memiliki kandungan energi positif tinggi, akan berdatangan ke sekitar kita. Demikian juga sebaliknya. Hukum tarik menarik energi ini yang juga disebut sebagai hukum tarik menarik atau law of attraction ( mengenai ini, anda bisa membacanya pada artikel saya yang berjudul Hukum Tarik Menarik )

Nah bagaimana jika energi yang tersimpan di dalam diri kita lebih banyak yang negatif? Inilah yang menjadi penyebab terjadinya masalah dalam kehidupan. Kita akan menarik datangnya berbagai masalah yang merupakan manifestasi dari energi negatif. Orang orang yang negatif akan banyak berdatangan di sekitar kita.

Tentunya anda pernah mendengar, sebuah kata kata bijak dari kitab suci. “Berkumpullah kalian dengan orang orang baik”. Orang orang baik tersebut adalah orang orang yang memiliki kandungan energi positif tinggi. Kita berharap jika berdekatan dengan mereka, energi negatif kita bisa sedikit demi sedikit berganti menjadi positif. Anda bisa membaca mengenai ini di artikel saya : Hukum Transmutasi Energi  .

Seringkali, ketika sedang ada banyak pikiran, kita ingin membuat diri kita lebih plong, lebih nyaman, sedikit menghilangkan beban kita, dengan cara bercerita, curhat ke seseorang yang kita anggap mampu menerima curahan hati kita. Ketika sedang ada masalah ini sebenarnya kita juga menyimpan banyak kandungan energi negatif di dalam diri kita. Karena itulah, tanpa sadar kita ingin sekali mengembalikan level energi dalam tuuh kita menjadi positif kembali. Nah proses curhat tersebut juga begitu. Kita ingin membuang energi negatif. Energi negatif akan terbuang, yang bahaya adalah teman curhat kita, bisa bisa energi negatif akan berpindah kepadanya. Karena itulah, untuk menjaga hal ini, biasanya kita diharuskan bertindak tenang saat menerima curhatan orang lain. Jika tenang, informasi yang dibawa energi negatif bisa dihalangi untuk terkonfirmasi lewat pikiran kita. ( referensi : Pembentukan Karakter Dengan Kebiasaan Rileks dan Tenang ) Jika tidak bisa, maka biasanya kita akan tertular masalah yang sama dengan masalah yang dicurhatkan teman  kita kepada diri kita.

Saya pernah menghadapi kasus, sebuah group arisan ibu-ibu, pada mulanya satu orangs aja yang bercerai, kemudian setelah ibu ini curhat mengenai masalahnya ke banyak anggota group, maka banyak diantara mereka ( anggota group ) yang juga mengalami masalah perceraian ini.

Ini juga bisa menjadi penyebab terjadinya masalah dalam kehidupan. Saya sendiri sering mengalami ini. Ketika saya menerima curhatan orang lain, saya berusaha menenangkan diri saya, dan menggrounding, atau membuang energi negatif tersebut ketempat yang tepat. Jika tidak..maka bisa bisa saya tertular masalah yang sama dengan para klien yang mengikuti program saya.

Pada artikel lanjutan dari penyebab terjadinya masalah dalam kehidupan ini, saya akan bercerita, berbagi mengenai bagaimana program saya bekerja, Program penghapusan energi negatif. Dan kenapa bisa begitu banyak orang yang  mendapatkan keajaiban dari program tersebut. Silahkan ditunggu kelanjutannya :  Energi adalah solusi dari segala masalah kehidupan.

http://www.erlangga.my.id/2016/03/penyebab-terjadinya-masalah-dalam_3.html

Erlangga Asvi

Penyebab Terjadinya Masalah Dalam Kehidupan adalah tema yang membuat saya membuat program yang memberikan solusi terhadap masalah kehidupan itu sendiri. Tapi tentunya kita juga harus mencari sebab dari terjadinya masalah ini, karena jika kita bisa tahu kenapa masalah ini datang dalam kehidupan kita, maka kita bisa mencari solusinya.

Setelah ini anda harus membaca artikel saya yang terdahulu yaitu 12 hukum alam semesta . Penyebab terjadinya masalah dalam kehidupan ini sangat terkait dengan hukum energi yang ada di alam semesta.

Setiap tindakan, baik itu aktifitas fisik dan berpikir akan menghasilkan energi. Jika aktifitas kita dinyatakan oleh pikiran dan hati sebagai aktiftas positif maka akan menghasilkan energi positif, demikian juga sebaliknya. Energi positif ini akan tersimpan di dalam diri kita. Di sebuah bagian yang merupakan tubuh etherik, atau tubuh bioplasmik, atau tubuh halus, atau disebut juga sebagai tubuh energi. Inilah yang disebut sebagai Hati atau Jiwa atau Soul atau Rohani. Energi yang tersimpan di bagian jiwa ini membawa informasi kehidupan kita. Baik kehidupan di masa lalu, masa kini atau bahkan informasi yang akan membentuk masa depan kita. Pembahasan ini hampir sama dengan pembahasan saya di artikel Cara Buang Sial dengan Program Penghapusan Energi Negatif.

Inilah yang menurut saya awal mula dari hukum karma. Baik karma positif dan negatif. Jika suatu saat tubuh fisik kita sudah tidak ada, proses ini disebut sebagai “meninggal dunia”, meninggalkan dunia, maka tubuh etherik kita, yaitu jiwa tersebut akan tetap ada. Jiwa atau hati kita akan berpindah ke dimensi yang berbeda. Yang mengatur semua proses ini adalah Alam Semesta. Alam Semesta adalah Sistem yang maha canggih dan rumit yang dibuat oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk mengakomodir segala kehidupan yang ada di dalamnya. Multi Dimensi dan berlaku untuk semua ciptaan Tuhan.

Penyebab Terjadinya masalah dalam kehidupan akan bermula pada diri kita sendiri dan ini akan sangat terkait dengan hukum energi alam semesta.

 

Suatu saat kita berpikir, kemudian jiwa kita akan merespond. Timbullah “rasa”.

 

Yang terjadi pada pikiran kita : pikiran akan merespond/memproses semua informasi yang masuk melalui panca indera. Bisa lewat telinga kita, mata kita, hidung dan lain sebagainya. Informasi yang masuk akan diproses. Alam bawah sadar adalah sebuah sistem yang mirip dengan RAM yang ada di gadget kita. Tempat penyimpanan data sementara, sedangkan hardisknya atau tempat penyimpanan data utama adalah di hati/jiwa. Pikiran kita akan membandingkan data yang sudah ada  ( yang merupakan hasil dari pemrosesan yang terdahulu ) dengan data yang diproses.

Jika suatu saat kita mengalami sebuah kejadian, misalnya kita pernah beruntung ketika bekerja sama dengan si A, nah otak kita akan menyimpan data informasi tersebut, dilengkapi dengan rasa yang muncul dari  hati kita. Data ini akan disimpan sementara pada RAM/Alam Bawah Sadar dan akan disimpan selamanya di Hardisk/Jiwa. Jika suatu saat ada peristiwa yang hampir mirip, otak kita akan mencari perbandingan, atau referensi dari data informasi yang ada di Jiwa. Akhirnya kita mempunyai standar, mengenai siapa yang bisa kita ajak kerja sama supaya beruntung kembali, seperti apa keuntungan yang akan kita dapatkan. Dan seterusnya…

Otak – Pikiran akan menyimpulkan setiap informasi yang masuk melalui panca indera. Kesimpulan ini sering kita sebut sebagai asumsi. Yang sering terjadi adalah kita sering berasumsi negatif.  Jika kita berasumsi negatif maka hati kita akan merespon dengan rasa tidak enak, tidak nyaman, tidak suka, dan lain sebagainya.

Dan yang sering terjadi adalah kita akan dikendalikan oleh rasa tidak enak ini, akhirnya rasa tidak enak ini akan mendominasi.

Salah satu bagian dalam tubuh kita yang termasuk di tubuh etherik adalah pusat energi, disebut juga sebagai chakra. Chakra Sahasrara ( referensi mengenai chakra sahasrara bisa anda baca di artikel saya : Chakra Sahasrara ) yang ada di bagian ubun-ubun kita adalah sebuah alat penghubung ( pemancar dan penerima energi yang membawa informasi/data, dari diri kita ke alam semesta, ataupun sebaliknya ). Jika kita mengirimkan asumsi negatif kita ke alam semesta, maka alam semesta akan merespond .Respondnya adalah energi yang membawa data dan termanifestasikan sebagai kejadian yang sama persis dengan asumsi kita. Untuk mendapatkan gambaran mengenai kejadian ini, anda bisa membaca artikel saya yang berjudul : Hukum Sebab Akibat   , Hukum Tindakan

Penyebab segala masalah dalam kehidupan adalah pikiran dan hati kita sendiri. Tanpa sadar kita menciptakan realita kehidupan berdasarkan asumsi pikiran dan rasa. Persepsi kita terhadap kehidupan kita sendiri diciptakan oleh asumsi kita terhadap sebuah peristiwa. Dan kebanyakan, atau yang sering terjadi adalah kita berasumsi negatif, sehingga peristiwa yang kita hadapi juga menjadi peristiwa negatif. Belum lagi kita menghadapi sebuah peristiwa, kita sudah membuat modal asumsi negatif, maka yang terjadi adalah munculnya kejadian negatif.

Yang lebih parah adalah kita tidak dibiasakan oleh sistem pendidikan baik di level keluarga ataupun sekolah ( baik di tingkat dasar sampai tingkat lanjut ) untuk mengenal sistem tubuh kita dengan baik. Bagaimana Pikiran bekerja, bagaimana hati bekerja, bagaimana energi bekerja, malah yang terjadi adalah kita menyuburkan penggunaan asumsi negatif sebagai modal konstruksi berpikir kita.

Yang kita bicarakan barulah pikiran, belum lagi sistem hati/jiwa. Ini adalah sebuah sistem dalam diri kita yang tidak bisa dihilangkan, sama seperti pikiran negatif, atau asumsi negatif, ini tidak bisa dihilangkan, yang bisa kita lakukan adalah Sadar – Kenal – Pilah – Pilih – Optimalkan – Manfaatkan.

Hati atau jiwa kita ini terdari bagian-bagian yang sering disebut juga sebagai nafsu. Nafsu baik dan buruk. Menurut keilmuan saya, yaitu keilmuan energi spiritual nusantara, Anatomi hati adalah : ( Dimulai dari bagian yang peaing luar- atau paling dekat dengan pikiran ) Jiwa Amarah – Jiwa Keinginan – Jiwa Ego – Jiwa Tenang – Jiwa Bijak – Jiwa Murni – Jiwa Suci . Tempat penyimpanan data kehidupan kita adalah di bagian ini. Sering sekali terjadi kita merespond asumsi baik positif atau negatif dari pikiran dengan menggunakan bagian jiwa yang tidak tertata dengan baik. Misalnya saja kita merespond segala kejadian dengan Jiwa Ego. Yang terjadi adalah dominasi Ego Pribadi atau Kelompok yang saat ini sering kita lihat terjadi pada keseharian, pada lingkup keluarga, ada ego suami dan ego istri, di level pekerjaan : ada ego perusahaan, ego karyawan. Di jalanan : ada ego pengguna motor, ego pengguna mobil dan banyak yang lain lagi.

Jika saja kita terbiasa dalam menata pikiran dan hati maka masalah akan bisa dihindari, kalaupun terjadi, maka kita akan kembali kepada diri kita, kita harus melakukan introspeksi diri dengan baik. Karena segala yang terjadi, baik positif atau negatif adalah karena diri kita sendiri, melalui proses berpikir dan bekerjanya hati (perasaan).

Penyebab terjadinya masalah dalam kehidupan adalah diri kita sendiri. Untuk itulah kita harus mulai memahami cara bekerjanya bagian bagian dari diri kita, baik itu bagian tubuh fisik / body ( organ –organ tubuh di bagian dalam dan luar ), Pikiran/mind, Hati/jiwa/rohani/soul dan Spirit/Ruhani. Pembahasan detail mengenai bagian Ruhani akan saya sampaikan kemudian, lebih detail di program level 6.

Bagi saya, mengenali diri saya sendiri adalah sebuah awal dari kehidupan. Sebuah jalan untuk mengenali Pencipta kita. Setiap kejadian yang terjadi, setiap masalah yang terjadi adalah sebuah cara bagi kita untuk lebih paham mengenai diri kita sendiri, lebih paham mengenai Alam Semesta, Lebih paham mengenai Sang Maha Kuasa. Penyebab terjadinya masalah  adalah diri kita sendiri, dan solusi atas masalah tersebut juga ada di dalam diri kita sendiri.  Bersambung ke artikel ke 2, Penyebab terjadinya masalah dalam kehidupan bagian ke -2

Erlangga Asvi

Setelah di 2 artikel sebelumnya pembahasan mengenai pencerahan spiritual membahas mengenai 2 stasiun, yaitu 1 stasiun pikiran (Pencerahan Spiritual : Sebuah perjalanan kedalam diri manusia 1 ) dan stasiun ke 2 stasiun jiwa (Pencerahan Spiritual : Sebuah perjalanan kedalam diri manusia 2 ) . Maka kali ini kita akan masuk ke stasiun yang lebih dalam lagi, sebuah stasiun yang menjadi esensi hidup kita. Esensi energi yang membuat semua sistem di tubuh kita menjadi hidup. Stasiun energi murni, energi suci dari sang maha pencipta.

Sekali lagi saya tegaskan, jika kita beruntung sudah melewati 2 stasiun sebelumnya, yang tentu saja perjalanan Pencerahan spiritual ke dalam diri kita sendiri ini maha dahsyat rumit dan tidak akan pernah berakhir, karena dan ada banyak pintu cahaya yang ditemui, berbagai frekuensi kita lalui, berbagai spektrum warna yang kita dapatkan dan harus kita pilih, berbagai macam informasi seluruh perjalanan kehidupan (baik di kehidupan masa lalu, ataupun masa kini) yang adakalanya menjebak kita dengan gambaran gambaran yang seolah nyata, bahkan terkadang kita menemukan wujud yang mirip sekali dengan wujud fisik kita, atau bahkan sebuah fragmen kehidupan dari masa  lalu kita.

Jika semu hal tersebut bisa dilewati kita akan masuk ke bagian Baterai Kehidupan, atau pemasok daya kehidupan kita. Bagian ini adalah bagian yang dalam ranah agama menjadi bagian yang sakral, karena tertulis pada kitab, bahwa informasi mengenai bagian ini hanyalah hak bagi sang pencipta, kita hanya diberi sedikit saja informasinya. Tapi sedikit informasi ini ( sedikit dari sudut pandang Sang Pencipta ) adalah sangat banyak bagi kita.

Bagian ini adalah bagian yang sering disebut sebagai bagian ruh, atau ruhani atau percikan cahaya tuhan di dalam diri manusia, atau juga dalam bahasa inggris sebagai divine spark, divine light. Dan masih banyak lagi sebutan yang lain dari berbagai tradisi budaya dan kepercayaan yang ada di bumi, ataupun penjuru alam semesta, dan multi dimensi.

Dalam istilah ilmu energi spiritual nusantara, bagian ini disebut sebagai bagian Ruhani, yang merupakan percikan cahaya tuhan yang ada di dalam diri manusia. Inilah yang merupakan sumber energi yang maha dahsyat yang ada di dalam diri kita. Bagian bagian fisik (sel, organ tubuh bagian dalam dan luar) , etherik (pikiran, jiwa, chakra – pusat energi) akan bekerja jika mendapat pasokan energi dari bagian ini.

Bagian ini membawa esensi dan sifat dan sang pencipta. Jika kita bisa terhubung dengan bagian ini maka kita akan juga bisa terhubung dengan alam semesta, atau bahkan dengan para mahluk di semua dimensi, atau bahkan kepada sang pencipta sendiri.

Bagian Percikan Cahaya Tuhan ( The Divine Spark ) ini dibagi menjadi 3 bagian, Berikut ini adalah anatomi dari bagian ini :

(1) Bagian paling luar, yang juga berhubungan secara langsung dengan bagian jiwa (dalam hal ini jiwa bagian/lapisan jiwa suci), bagian ini disebut sebagai bagian Ruhani. Bagian ruhani ini adalah bagian atau kulit paling luar. Energi yang terkandung pada bagian ini bisa terhubung dan fit dengan multipel dimensi. Energinya mengandung informasi mengenai jalan atau pathway ke arah sang pencipta, yang bisa dicapai dari semua dimensi dan frekuensi. Energinya mengandung nama dari sang maha pencipta.

Energi Ruhnani adalah Energi dengan kualitas ilahiah/ Tuhan, paling luar atau membawa aura “nama Tuhan”, yang menyatu dengan pribadi tinggi kita (jiwa suci). Banyak manusia yang sebelum memulai aktifitas menyatakan : “Dengan nama Tuhan” atau “Atas nama Tuhan”, tetapi karena belum disertai Energi Ruhani, maka pernyataan tersebut bagaikan nyanyian kosong – hambar-hambur ditelan Alam, tidak mempunyai nilai atau efek kekuatan Aura Nama Tuhan, sangat disayangkan bukan??

Bagaimana cara untuk memanfaatkan energi di bagian ruhani ini, anda bisa baca referensi berikut ini : Pencerahan Ruhani , Praktisi Energi Ruhani

(2) Bagian yang selanjutnya adalah bagian Ruh Suci. Bagian ini adalah bagian yang mengandung karakteristik atau sifat-sifat dari sang pencipta. Ruh Suci adalah sumber dari semua RUH mahluk ciptaan, termasuk Ruh Pribadi umat manusia yaitu RUHANI. Di kedalaman Ruh Suci terdapat RUH TUHAN atau Zat Tuhan, sedangkan RUH Suci membawa sifat-sifat TUHAN dan RUH ANI membawa nama-nama TUHAN, semua mahluk ciptaan termasuk manusia membawa wujud TUHAN, dan semua perbuatan mahluk TUHAN yang mengikuti petunjukNya membawa perbuatan Tuhan.

Seseorang yang posisi kesadarannya telah sampai pada Diri Sejati ( jiwa suci ) maupun telah sampai pada jati diri ( Ruhani/ Nurani ) tidak akan bisa serta merta terhubung dengan RUH TUHAN. Kualitas energi jati diri tidak satu frekuensi dengan Energi Ruh Tuhan, jadi harus melalui proses pemurnian dalam satu keadaan dengan Ruh Suci terlebih dahulu, baru bisa koneksitas dengan Ruh Tuhan.

Ini adalah sebuah bagian dari tahapan pencerahan spiritual, Energi Ruh Suci adalah Energi kualitas Ilahiah/ Ketuhanan yang membawa aura “SIFAT TUHAN”, posisinya satu lapis di dalam Energi ruhani. Energi Ruh Suci mempunyai daya kekuatan melampaui Energi Ruhani maupun mahluk semua ciptaan, termasuk Alam Semesta bahkan Malaikat sekalipun.

Referensi : Pencerahan Ruh Suci, Praktisi Energi Ruh Suci

(3) Bagian selanjutnya adalah inti dari RUHANI, disebut sebagai Ruh Tuhan, ini adalah bagian akhir yang bisa kita temui dalam proses Pencerahan Spiritual perjalanan ke dalam diri manusia. Karena inilah inti dari manusia itu sendiri. Ruh Tuhan adalah Zat Tuhan atau inti RUH yang Maha Hidup, yang menghidupi segala sesuatu. Di kedalaman RUH TUHAN sementara ini belum tahu sehingga kami sebut sebagai misteri atau Rahasia Tuhan. Hanya orang-orang yang dikehendaki Tuhan-lah, maka Tuhan membuka/ menyingkap diri-Nya akan setetes dua tetes Rahasia-Nya.

Untuk mencapai suatu keberadaan dengan RUH TUHAN, kesadaran kita harus ditingkatkan sehingga dalam frekuensi yang sama, koneksitas atau keterhubungan terjadi, dalam keadaan seperti ini kita mengalami kondisi bersama Tuhan atau sering disebut “TUHAN  BERSAMA KITA”.

Puncak tujuan hakiki manusia adalah kembali ke Tuhan, kembali ke asal. Tetapi faktanya perjalanan hidup manusia di dunia ini justru banyak yang menyimpang arah dari tujuan. Banyak yang terjebak dalam kemelekatan duniawi, terombang ambing bagaikan buih dan ombak di lautan, kesenangan sesaat membawa kepedihan rasa jiwa yang tak berkesudahan. Mari mulai saat ini, kita adakan perubahan hidup, bertekad merevolusi jiwa-pikiran kearah tujuan kebenaran-kembali ke Tuhan, kita lahir baru di dunia ini. Menjadi manusia baru, yaitu “MANUSIA YANG BERMAKNA”.

Manusia Bermakna : bermakna bagi dirinya sendiri, bagi keluarganya, bagi masyarakat, bagi lingkungannya, bagi bangsa dan Negara, bagi dunia dan akhirat.

Energi Ruh Tuhan adalah energi dengan kualitas Ilahiah/ Ketuhanan yang merupakan Zat Tuhan, sumber akan kebenaran dan memancar sifat-sifat Tuhan, menyinari nama-nama Tuhan, menggerakkan Perbuatan Tuhan, mewujudkan Kehendak Tuhan, Misteri-Nya atau Rahasia Tuhan meliputi segala sesuatu.

Walaupun sesaat, para praktisi telah memiliki kemampuan atau pengalaman: Kesadaran dirinya menyatu – manunggal dengan kesadaran RUH TUHAN. Pada posisi ini kualitas energi kesadarannya bermuatan Energi RUH TUHAN atau bisa disebut sebagai “Energi KESADARAN TUHAN”

Peringatan penting dan jangan salah paham!. Bahwa pencerahan spiritual adalah sebuah kondisi dimna yang menyatu, manunggal adalah Energi Kesadaran nya. Otak-Pikiran-Logika tidaka menjangkau hal ini, karena bukan domainnya/ wilayahnya, mencoba-coba menilmiahkan hal ini, hasilnya akan menjadi salah kaprah. Logika dan Jiwa hanya mampu mendapatkan “PENGETAHUANNYA” yang sifatnya “menghantar” masuk ke wilayah “hati”. Energi RUH TUHAN wilayahnya adalah hati dikedalaman yang tak terhingga.

Referensi : Pencerahan Ruh Tuhan , Praktisi Energi Ruh Tuhan

Inilah titik tujuan paling akhir dari perjalanan ke dalam diri ini. Selanjutnya jika ini sudah dicapai, maka tugas kita adalah lebih memahami bagaimana energi ruh tuhan ini. Cara memahaminya adalah meningkatkan kualitas energi kita, sehingga kita selalu bisa masuk, dan kemudian memperpanjang durasi “tap in” di frekuensi ruh tuhan kini. Jika durasinya panjang, pastinya kita akan jadi lebih bisa memahaminya lagi. Pencerahan spiritual adalah bagaimana kita bisa tercerahkan dengan energi dan informasi yang didapat dari bagian Ruh Tuhan ini.  Energi dan informasi dari sumber lain hanyalah sebagai konfirmasi atas ketidak mengertian kita terhadapnya. Untuk memperpendek durasi belajar, maka carilah metode atau guru yang bisa membawa anda masuk langsung ke bagian Ruh Tuhan ini. Saran saya, cobalah untuk bisa mendapatkan sensasi dari hasil atau manfaat yang diperoleh dari energi dan informasi dari Ruh Tuhan Secara langsung. Hindarkan terjebak pada sensasi ketika berproses. Jika anda tertarik untuk bisa melakukan perjalanan cahaya ke dalam diri anda sendiri dan terhubung dengan bagian Percikan Cahaya Tuhan yang ada di dalam diri anda, maka anda bisa mengikuti programs aya yang berikut ini :

PROGRAM PENGEMBANGAN DIRI UNTUK KESUKSESAN dengan cara MENGENAL DIRI SENDIRI SEUTUHNYA

Atau anda bisa langsung menghubungi saya untuk informasi dan pendaftaran

Master Erlangga

Hp : 0813.3166.3166 / 0818.823.166 / 0812.9797.3166

W.A : 0896.3987.8115

BBM : ePOSITIF

Erlangga Asvi

Nah bagaimana selanjutnya setelah masuk ke jalan cahaya itu. Bagaimana selanjutnya pencerahan spiritual ini bisa membawa ke kondisi terhubung atau terkoneksi dengan cahaya  tuhan di dalam diri?

Sekali lagi saya ingatkan, jalan spiritual yang saya gunakan, bersumber dari ilmu energi spiritual nusantara, ilmu ini menitik beratkan kepada perjalanan spiritual ke dalam diri, bukanlah ke luar, bukan jalan spiritual bertemu dengan mahluk mahluk gaib, benda benda gaib, jangan terjebak antara spiritual dan supranatural. Pencerahan spiritual adalah sebuah kondisi dimana kita bisa terhubung dengan percikan cahaya tuhan yang ada di dalam diri kita. Hanya itu saja. Dan itu adalah hal yang absolut.

Anda harus membaca awal artikel ini dahulu, yaitu Pencerahan Spiritual: Sebuah perjalanan kedalam diri manusia 1, jika anda sudah membaca barulah artikel ini bisa anda pahami.

Ketika sudah masuk ke jalan cahaya, kita akan mendapati lorong-lorong cahaya, ada berbagai macam spektrum warna dari cahaya tersebut yang akan kita temui. Lorong-lorong cahaya tersebut akan melewati pikiran, alam bawah sadar, bagian bagian jiwa, barulah pada akhirnya “jika beruntung” bisa sampai ke percikan cahaya tuhan.

Ada banyak jalan yang harus kita lewati, itulah yang membuat perjalanan ini bisa begitu panjang.

Di dalam pikiran ada banyak informasi atau data yang berasal dari proses berpikir, dimana pikiran adalah sebuah prosesor data, yang mengolah data atau informasi yang masuk melalui panca indera. Bagian ini biasanya menyimpan data data baru, data data yang baru masuk dari panca indera. Bukan data lama, tapi baru. Kita bisa mendapati informasi atau data tersebut dalam banyak bentuk, ada yang melihatnya secara langsung, ada yang mendapatkan pemahaman, dan lain sebagainya.

Ketika kita sudah lulus di bagian tersebut maka kita akan masuk ke bagian alam bawah sadar, disini juga sama, bagian ini bisa dianalogikakan sebagai RAM pada gadget kita.  Bagian ini menyimpan sementara data data yang sudah diproses di pikiran. Bisa saja, kita akan menemui data lama, tapi ini sangat jarang terjadi.

Kemudian pencerahan spiritual yang kita alami tidak akan berhenti, bila kita lulus melewati bagian tersebut kita akan masuk ke bagian jiwa. Di bagian jiwa, bisa kita analogikakan sebagai hard disk, semua fungsi penyimpanan informasi kehidupan kita. Bisa saja kita menemui data lama yang berasal dari kehidupan kita sebelumnya ( referensi artikel : Reinkarnasi ). Kita juga harus paham bagian bagian atau anatomi bagian ini.

 

Percikan cahaya tuhan  adalah sumber energi yang membawa

potensi kehidupan

sedangkan otak adalah fisik yang bersifat material

dan jiwa adalah substansi kemanusiaan yang bersifat energial

 

Karena Jiwa adalah energi, maka ia akan menjadi daya dorong bagi munculnya “fungsi” sebagai karakter utama jiwa. Otak memiliki struktur yang khas, sehingga ia menyimpan energi yang khas pula. Energi listrik yang menjadi media bagi munculnya fungsi atau sifat sifat adalah gambaran tentang mekanisme kejiwaan itu.

Apa sajakah bagian dari jiwa ini : di workshop energi spiritual nusantara (workshop ini bisa anda ikuti pada : Program Pengembangan Diri Untuk Kesuksesan ) anda akan diajarkan bagaimana terhubung dan bisa memahami, sekaligus bisa membersihkan bagian-bagian jiwa dari energi negatif. Energi negatif ini muncul dari segala aktifitas yang negatif, yang dinyatakan negatif oleh keyakinan kita. Menurut sifatnya jiwa terbagi menjadi 7 bagian utama, sifat sifat jiwa ini bisa berpengaruh terhadap pola berpikir, pola pengambilan keputusan ataupun pola bertindak kita.

Apakah yang dimaksud dengan jiwa ?

di mana letaknya dan bagaimana wujudnya ? Jiwa itu adalah identitas diri sejati manusia, Raga hanyalah alat atau kendaraan jiwa. Jiwa bersemayam di hati – berlapis-lapis, Jiwa terdiri dari 7 lapis. Tiap-tiap lapis ada ratusan sub lapis dengan fungsi yang berbeda-beda, dan tiap sub lapis terdiri sub-sub lapis lagi yang  tak terhingga banyak fungsinya. Wujud dari Jiwa adalah Cahaya, Singkatnya jalan atau cara termudah agar semua tercakup untuk mencapai Tujuan Hakiki adalah dengan mengenali diri sendiri secara utuh.

Beberapa orang yang masuk ke jalan cahaya ini dengan mengikuti ilmu spiritual dari tradisi tradisi yang ada, seringkali bertemu dengan bagian jiwa kita ini dengan wujud yang berbagai macam tetapi walaupun macam macam tapi tetap menyerupai atau sama dengan wujud fisik kita, bila kita bertemu dengan jiwa bijaksana maka kita akan melihatnya sebagai perwujudan diri kita yang bijaksana, dan lain sebagainya.

Karena kita sudah mengalami banyak putaran kehidupan ( reinkarnasi ) maka ada banyak juga informasi yang ada di dalam jiwa kita. Beberapa orang yang bisa mengakses informasi tersebut bahkan bisa menggunakan informasi tersebut dan diolah menjadi skill yang bisa digunakan untuk kesuksesannya di kehidupan saat ini. Apakah itu termasuk pencerahan spiritual ? bisa saja, karena itulah salah satu tahapan yang harus dilalui, walaupun itu hanya tahapan, bukanlah hasil akhir yang kita harapkan.

Jika anda mencari pencerahan hidup, maka inilah sebuah jalan hakiki yang bisa anda tempuh, jalan yang membuat anda tercerahkan ( Mencari pencerahan hidup )

Tapi jangan sampai tercapainya sebuah tahapan itu menjebak kita, karena tujuan kita, pencerahan spiritual yang hakiki adalah mengenal diri kita yang sebenar benarnya, mengenal semua bagian dari diri kita, bukan hanya bagian fisik kita saja, melainkan bagian yang lebih penting, yaitu pikiran, jiwa dan percikan cahaya tuhan ( sering juga disebut sebagai ruhani, divine spark, cahaya suci, dll ). Karena banyak bagian yang ada di dalam tubuh etherik ( tubuh energi yang tida bisa dilihat mata ) maka perjalanan kita juga panjang. Jika tidak ada yang membimbing maka perjalanan itu bisa saja terhenti, terjebak di alam yang sesungguhnya bukan  alam yang kita tuju.

Perjalanan ke dalam diri kita ini, perjalanan cahaya yang dimulai dari terbukanya pintu cahaya dari pineal gland, masuk ke setiap neuron yang ada dalam otak, bertemu semua informasi baru yang sedang dan sudah diproses, kemudian terus masuk ke partikel yang lebih dalam lagi yang masih ada di bagian otak, bagian bagian yang lebih kecil dan halus lagi, yang “mulai” bisa diraba oleh fisika kuantum, yang berada di jaringan otak manusia. Jaringan halus dan kecil ini adalah bagian jiwa kita. Bagian bagian jiwa yang diisi informasi kehidupan kita, baik saat ini ataupun saat yang lalu, yang tentunya akan sangat banyak. Inilah jebakan yang menghambat bila kita tidak paham. Tidak berusaha terus maju. Apalagi yang masuk ke ranah pencerahan spiritual yang berlatar belakang teori dan filsafat. Pembahasan demi pembahasan tanpa mengalami sendiri perjalanan spiritual yang memunculkan pencerahan. Teori,  filsafat dan sastra yang akan membuat kita hanya masuk di ranah “seolah-olah” paham saja. Padahal belum mengalami sendiri. Saya bersyukur ilmu energi spiritual nusantara yang saya miliki bisa membawa saya masuk dan mengalami sendiri, mengenali sehingga bisa mulai memahami bagian bagian dari diri saya ini.

Bersambung ke bagian 3 : Pencerahan Spiritual, Perjalanan menuju Percikan Cahaya Tuhan di Dalam Diri

Erlangga Asvi

Tentunya anda sering mendengar mengenai ilmu spiritual bukan? Ilmu spiritual adalah ilmu yang mempelajari mengenai spirit, atau dikenal juga dengan nama, percikan cahaya tuhan di dalam diri. Jika kita bisa terkoneksi dengan percikan cahaya Tuhan di dalam diri ini, maka pencerahan spiritual akan bisa terjadi.

Saya tidak akan membahas ini dari sudut pandang agama, walaupun dari sudut pandang agama ada berbagai macam referensi mengenai hal ini. Pencerahan spiritual yang akan saya bahas adalah dari sudut pandang energi. Karena ilmu dasar yang saya punyai adalah dari ilmu energi spiritual nusantara.

What you are, indeed, is a grand embodiment of electromagnetic energy. That is, every facet of you, your physical body, your consciousness, your thoughts and beliefs and you emotional beingness are all entwined to create a body of energy which is likened unto a magnet. This energy has a resonance, a vibrational frequency which draws to itself that which matches its own frequency.

Pencerahan ini juga bisa didapat bertahap, dimulai dari pencerahan jiwa, baru kemudian pencerahan spiritual. Anda bisa membaca ini di artikel saya sebelumnya : Pencerahan Hidup .

Ada beberapa metode spiritual untuk bisa menuju kepada sebuah kondisi dimana kita bisa terkoneksi dengan percikan cahaya tuhan di dalam diri ini. Saya sudah mencoba beberapa macam metode yang ada , baik ilmu spiritual dari tradisi ataupun agama. Tapi sebenarnya semuanya hanya merujuk kepada sebuah kondisi, yaitu kondisi dimana kita bisa terhubungnya, atau kita bisa masuk ke dalam frekuensi dimana percikan cahaya tuhan yang ada di dalam diri kita  berada.

Ini dimulai dari sebuah kondisi an-aerob ( atau kondisi hampa udara ) sebuah kondisi dimana diri kita tidka mendapatkan asupan oksigen, sama seperti kondisi ketika kita mati. ( Mati di dalam hidup ). Semua jalan masuk udara, yang mana itu ada di kepala kita ditutup. Ketika dalam kondisi tanpa udara inilah kelenjar pineal aktif, letak kelenjar pineal ini dibelakang daerah kening, kelenjar pineal adalah salah satu bagian yang menghubungkan bagian etherik ( referensi artikel : chakra ajna ) dan bagian fisik ( bagian tubuh manusia, bagian kepala tepatnya ).

Nah jika ini terjadi, kita melihat cahaya yang terang tapi tidak menyilaukan, inilah salah satu tanda bahwa kita sudah memulai perjalanan spiritual energi kita. Itulah jalur energi yang menghubungkan setiap bagian etherik ( pikiran – jiwa – ruhani ). Cahaya terang ini kadang kadang bisa kita dapati ketika kita sedang menyelam, ketika oksigen tidak bisa lagi masuk ke dalam diri kita melalui lubang di dalam diri ( telinga, mata, hidung, mulut, anus ). Jika saat itu kita beruntung maka kita melihat cahaya, kita tidak menyadari, bahwa cahaya itulah yang kita tuju.  Perjalanan cahaya masuk ke dalam diri  ini begitu panjang, dan tidak bisa dilalui sendiri. Akan membutuhkan waktu yang begitu panjang dan sangat lama, jika kita hanya meraba raba dan mencoba coba sendiri.

Pada awalnya metode tadi bisa digunakan, untuk memperpendek durasi perjalan tersebut, agar kita bisa cepat sampai ke titik tujuan, maka kita perlu tau, frekuensi mana yang dituju. Ini layaknya kita menelepon, jika kita tidak tau nomer telepon orang yang ingin kita tuju, maka kita tidak bisa menelponnya, kita tidak bisa berbicara dengannya, Kita tidak bisa bertukar pikiran atau mencari informasi, dan lain sebagainya. Kadang kadang pencerahan spiritual juga bisa pemantiknya dari orang lain kan. Nah bagaimana jika kita tidak bisa terhubung ke orang tersebut.

Kita perlu orang lain untuk mengenalkan, memberikan nomer telepon. Perlu orang yang tidak hanya menunjukkan tapi juga menyambungkan dan memberi aplikasi agar kita bisa selalu masuk ke frekuensi yang tepat. Frekuensi yang membawa kita ke titik tujuan akhir yang tepat, yang hakiki

Banyak orang yang menyenangi sastra, ulasan sastra ini banyak disenangi, digandrungi dan dibahas dimana mana. Ulasan sastra dari banyak tokoh yang menggambarkan seperti apa perjalanan spiritual ke dalam diri ini. Nah, saya sekarang sedang menikmati urusan tehnik dan aplikasinya. Tidak lagi sastranya. Perjalan spiritual yang menjadi sebuah cara untuk mendapatkan pencerahan spiritual ini berusaha saya buat menjadi lebih gamblang, tidak lagi hanya dari ulasan sastra, melainkan digambarkan dengan cara yang lebih bisa dimengerti. Harapan saya agar lebih banyak yang tau kemana kita harus menuju, kemana tujuan kahir yang hakiki, tidak terjebak lagi ke jalan yang tidak tepat. Sekaligus jika beruntung saya akan membagi aplikasinya langsung kepada anda.  Bersambung ke bagian berikutnya : perjalanan cahaya menuju bagian jiwa

Penulis: Prasasta Widiadi, 10:05 WIB | Jumat, 14 November 2014

GUNUNGSITOLI, SATUHARAPAN.COM – Frenki Tampubolon, Sekretaris Eksekutif Departemen Pemuda dan Remaja (Depera) Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) mengimbau para pemuda diharap aktif berkampanye penanggulangan kerusakan lingkungan hidup.

“Kami berharap gereja memberi perhatian terhadap lingkungan, salah satunya yakni melalui penguatan muatan lokal tentang pemeliharaan Lingkungan hidup dalam Bahan Ajar dan Pembinaan Remaja dan Pemuda Gereja Anggota PGI oleh Komisi Pemuda dan Remaja Sinode Anggota PGI dan PGIW,” kata Frenki pada Kamis (13/11) pada Sidang Raya XVI PGI (SR XVI PGI) yang berlangsung di Sekolah Tinggi Teologia Banua Niha Keriso Protestan (BNKP), Gunungsitoli, Kepulauan Nias.

Frenki menjelaskan hal tersebut saat memberi laporan tentang kinerja Depera dan memberi rekomendasi kepada PGI, Dia mengemukakan dalam menyikapi isu lingkungan, Depera PGI mengkomunikasikan kepada segenap aras gereja lainnya tentang Pencanangan Gerakan Indonesia Hijau di SR XVI PGI tahun 2014 “Indonesia tanpa Sampah Plastik” dalam seluruh event gereja di Sinode atau Persekutuan Gereja-gereja Indonesia Wilayah (PGIW) yang menjadi anggota PGI.

Pada Rabu (12/11) dalam khotbah pagi di SR XVI PGI, Pdt. Nurcahaya Gea dari BNKP menyebut bahwa kerusakan ekologis terjadi karena keserakahan manusia, sehingga manusia harus meminta pertolongan Tuhan tentang pengendalian hawa nafsu dari Tuhan untuk mengajari manusia menjadi pribadi yang tidak serakah.

Ucha memberi contoh bahwa saat ini manusia harus memelihara seluruh alam raya sebagai sebuah sarana penting kemajuan bagi sebuah bangsa.

Ciptaan Tuhan adalah sebuah berkat karunia yang harus dipahami sebagai karya penciptaan yang ideal. “Memelihara ciptaan Tuhan menjadi amat baik sehingga menjadi seluruh ciptaannya,” kata Ucha.

Dalam advokasi tentang lingkungan lainnya, Depera PGI pernah melakukan advokasi tentang tata ruang Kabupaten, Kota, dan Provinsi yang dilakukan di berbagai wilayah gereja anggota PGI.

PGI melalui para pemudanya juga mendukung gerakan Indonesia Tanpa Sampah Plastik dalam seluruh kegiatan gereja di Sinode dan PGIW pada 2014 lalu.

Selain dalam bidang lingkungan Depera PGI juga memberi usulan lain kepada kegiatan periode 2014 hingga 2019 lainnya antara lain gereja harus memberi pendampingan kepada warga yang mengalami ketidakadilan, dan Depera PGI juga mengusulkan adanya Komisi Advokasi Hukum dan HAM pada 2015 mendatang.

Pada masalah pemberdayaan dan kreativitas pemuda di bidang kewirausahaan, Depera PGI melakukan upaya penjajakan kerjasama dengan berbagai kementerian atau lembaga setingkat.

“Pelatihan ini dibuat dengan tujuan membangun dan memberdayakan kreativitas pemuda dan remaja dalam kewirausahaan,” Frenki mengakhiri penjelasannya.

Editor : Bayu Probo