Erlangga Asvi

Nah bagaimana selanjutnya setelah masuk ke jalan cahaya itu. Bagaimana selanjutnya pencerahan spiritual ini bisa membawa ke kondisi terhubung atau terkoneksi dengan cahaya  tuhan di dalam diri?

Sekali lagi saya ingatkan, jalan spiritual yang saya gunakan, bersumber dari ilmu energi spiritual nusantara, ilmu ini menitik beratkan kepada perjalanan spiritual ke dalam diri, bukanlah ke luar, bukan jalan spiritual bertemu dengan mahluk mahluk gaib, benda benda gaib, jangan terjebak antara spiritual dan supranatural. Pencerahan spiritual adalah sebuah kondisi dimana kita bisa terhubung dengan percikan cahaya tuhan yang ada di dalam diri kita. Hanya itu saja. Dan itu adalah hal yang absolut.

Anda harus membaca awal artikel ini dahulu, yaitu Pencerahan Spiritual: Sebuah perjalanan kedalam diri manusia 1, jika anda sudah membaca barulah artikel ini bisa anda pahami.

Ketika sudah masuk ke jalan cahaya, kita akan mendapati lorong-lorong cahaya, ada berbagai macam spektrum warna dari cahaya tersebut yang akan kita temui. Lorong-lorong cahaya tersebut akan melewati pikiran, alam bawah sadar, bagian bagian jiwa, barulah pada akhirnya “jika beruntung” bisa sampai ke percikan cahaya tuhan.

Ada banyak jalan yang harus kita lewati, itulah yang membuat perjalanan ini bisa begitu panjang.

Di dalam pikiran ada banyak informasi atau data yang berasal dari proses berpikir, dimana pikiran adalah sebuah prosesor data, yang mengolah data atau informasi yang masuk melalui panca indera. Bagian ini biasanya menyimpan data data baru, data data yang baru masuk dari panca indera. Bukan data lama, tapi baru. Kita bisa mendapati informasi atau data tersebut dalam banyak bentuk, ada yang melihatnya secara langsung, ada yang mendapatkan pemahaman, dan lain sebagainya.

Ketika kita sudah lulus di bagian tersebut maka kita akan masuk ke bagian alam bawah sadar, disini juga sama, bagian ini bisa dianalogikakan sebagai RAM pada gadget kita.  Bagian ini menyimpan sementara data data yang sudah diproses di pikiran. Bisa saja, kita akan menemui data lama, tapi ini sangat jarang terjadi.

Kemudian pencerahan spiritual yang kita alami tidak akan berhenti, bila kita lulus melewati bagian tersebut kita akan masuk ke bagian jiwa. Di bagian jiwa, bisa kita analogikakan sebagai hard disk, semua fungsi penyimpanan informasi kehidupan kita. Bisa saja kita menemui data lama yang berasal dari kehidupan kita sebelumnya ( referensi artikel : Reinkarnasi ). Kita juga harus paham bagian bagian atau anatomi bagian ini.

 

Percikan cahaya tuhan  adalah sumber energi yang membawa

potensi kehidupan

sedangkan otak adalah fisik yang bersifat material

dan jiwa adalah substansi kemanusiaan yang bersifat energial

 

Karena Jiwa adalah energi, maka ia akan menjadi daya dorong bagi munculnya “fungsi” sebagai karakter utama jiwa. Otak memiliki struktur yang khas, sehingga ia menyimpan energi yang khas pula. Energi listrik yang menjadi media bagi munculnya fungsi atau sifat sifat adalah gambaran tentang mekanisme kejiwaan itu.

Apa sajakah bagian dari jiwa ini : di workshop energi spiritual nusantara (workshop ini bisa anda ikuti pada : Program Pengembangan Diri Untuk Kesuksesan ) anda akan diajarkan bagaimana terhubung dan bisa memahami, sekaligus bisa membersihkan bagian-bagian jiwa dari energi negatif. Energi negatif ini muncul dari segala aktifitas yang negatif, yang dinyatakan negatif oleh keyakinan kita. Menurut sifatnya jiwa terbagi menjadi 7 bagian utama, sifat sifat jiwa ini bisa berpengaruh terhadap pola berpikir, pola pengambilan keputusan ataupun pola bertindak kita.

Apakah yang dimaksud dengan jiwa ?

di mana letaknya dan bagaimana wujudnya ? Jiwa itu adalah identitas diri sejati manusia, Raga hanyalah alat atau kendaraan jiwa. Jiwa bersemayam di hati – berlapis-lapis, Jiwa terdiri dari 7 lapis. Tiap-tiap lapis ada ratusan sub lapis dengan fungsi yang berbeda-beda, dan tiap sub lapis terdiri sub-sub lapis lagi yang  tak terhingga banyak fungsinya. Wujud dari Jiwa adalah Cahaya, Singkatnya jalan atau cara termudah agar semua tercakup untuk mencapai Tujuan Hakiki adalah dengan mengenali diri sendiri secara utuh.

Beberapa orang yang masuk ke jalan cahaya ini dengan mengikuti ilmu spiritual dari tradisi tradisi yang ada, seringkali bertemu dengan bagian jiwa kita ini dengan wujud yang berbagai macam tetapi walaupun macam macam tapi tetap menyerupai atau sama dengan wujud fisik kita, bila kita bertemu dengan jiwa bijaksana maka kita akan melihatnya sebagai perwujudan diri kita yang bijaksana, dan lain sebagainya.

Karena kita sudah mengalami banyak putaran kehidupan ( reinkarnasi ) maka ada banyak juga informasi yang ada di dalam jiwa kita. Beberapa orang yang bisa mengakses informasi tersebut bahkan bisa menggunakan informasi tersebut dan diolah menjadi skill yang bisa digunakan untuk kesuksesannya di kehidupan saat ini. Apakah itu termasuk pencerahan spiritual ? bisa saja, karena itulah salah satu tahapan yang harus dilalui, walaupun itu hanya tahapan, bukanlah hasil akhir yang kita harapkan.

Jika anda mencari pencerahan hidup, maka inilah sebuah jalan hakiki yang bisa anda tempuh, jalan yang membuat anda tercerahkan ( Mencari pencerahan hidup )

Tapi jangan sampai tercapainya sebuah tahapan itu menjebak kita, karena tujuan kita, pencerahan spiritual yang hakiki adalah mengenal diri kita yang sebenar benarnya, mengenal semua bagian dari diri kita, bukan hanya bagian fisik kita saja, melainkan bagian yang lebih penting, yaitu pikiran, jiwa dan percikan cahaya tuhan ( sering juga disebut sebagai ruhani, divine spark, cahaya suci, dll ). Karena banyak bagian yang ada di dalam tubuh etherik ( tubuh energi yang tida bisa dilihat mata ) maka perjalanan kita juga panjang. Jika tidak ada yang membimbing maka perjalanan itu bisa saja terhenti, terjebak di alam yang sesungguhnya bukan  alam yang kita tuju.

Perjalanan ke dalam diri kita ini, perjalanan cahaya yang dimulai dari terbukanya pintu cahaya dari pineal gland, masuk ke setiap neuron yang ada dalam otak, bertemu semua informasi baru yang sedang dan sudah diproses, kemudian terus masuk ke partikel yang lebih dalam lagi yang masih ada di bagian otak, bagian bagian yang lebih kecil dan halus lagi, yang “mulai” bisa diraba oleh fisika kuantum, yang berada di jaringan otak manusia. Jaringan halus dan kecil ini adalah bagian jiwa kita. Bagian bagian jiwa yang diisi informasi kehidupan kita, baik saat ini ataupun saat yang lalu, yang tentunya akan sangat banyak. Inilah jebakan yang menghambat bila kita tidak paham. Tidak berusaha terus maju. Apalagi yang masuk ke ranah pencerahan spiritual yang berlatar belakang teori dan filsafat. Pembahasan demi pembahasan tanpa mengalami sendiri perjalanan spiritual yang memunculkan pencerahan. Teori,  filsafat dan sastra yang akan membuat kita hanya masuk di ranah “seolah-olah” paham saja. Padahal belum mengalami sendiri. Saya bersyukur ilmu energi spiritual nusantara yang saya miliki bisa membawa saya masuk dan mengalami sendiri, mengenali sehingga bisa mulai memahami bagian bagian dari diri saya ini.

Bersambung ke bagian 3 : Pencerahan Spiritual, Perjalanan menuju Percikan Cahaya Tuhan di Dalam Diri

Erlangga Asvi

Ini adalah salah satu hukum yang ada di antara 12 hukum Alam Semesta, tanpa kita sadari hukum ini juga berhubungan dengan kekuatan pikiran manusia. 12 hukum alam semesta ini sangat erat berkaitan dengan energi.

Hukum ini Membantu kita memahami bahwa kita hidup di dunia di mana semuanya terhubung dengan yang lainnya. Segala sesuatu yang kita lakukan, katakan, pikirkan dan yakini mempengaruhi orang lain dan alam semesta di sekitar kita. Kekuatan pikiran manusia sangat erat dan berkaitan satu dengan yang lainnya, antara manusia yang satu dan yang lainnya.

Keesaan Ilahi adalah sebuah hal yang sangat mutlak. Dan hanya dari Tuhan Yang Maha Esa inilah kita bisa mendapatkan energi murni, bukan energi yang Berasal dari Mahluk ciptaan. Energi murni ini ada di dalam diri kita, Bagian yang paling utama yang ada di dalam diri kita, yaitu RUHANI/SPIRIT merupakan sebuah bagian yang berasal dari Tuhan ( Percikan Cahaya Tuhan ). Jika kita bisa terkoneksi dengan bagian ini maka kita akan bisa mendapatkan energi yang murni yangd apat dipergunakan untuk menata diri agar kualitas diri kita bertambah baik. Efek sampingnya adalah kita dapat terhubung dengan Alam Semesta secara langsung.
Semua yang kita pikirkan, kita lakukan, kita rasakan, serta kita percaya, mempengaruhi pihak lain dan lingkungan di sekitar kita.

Kita semua pada esensinya adalah SATU kesatuan dengan sesama manusia lainnya. Kita semua (umat manusia) adalah SATU badan yang besar, punya banyak anggota tubuh berbeda, tetapi kita tetaplah SATU.

Ada banyak hal yang beberapa saat ini saya pelajari. Kekuatan pikiran manusia. Dalam bulan ini saja saya belajar banyak sekali, baik dari sesi terapi dengan klien ataupun perjalanan kehidupan saya sendiri. Saya membuktika sendiri jika kekuatan pikiran ini bisa sangat mempengaruhi kehidupan saya sendiri.

Mulai dari klien yang terjebak dengan realita pikiran nya sendiri. Mungkin karena tidak dibiasakan untuk paham ya…. Pikiran kita ini, otak kita bekerja berdasarkan asupan informasi dari panca indera, kemudian asupan informasi ini diolah di dalam pikiran dan menghasilkan kesimpulan. Yang sering terjadi adalah kesimpulannya adalah negatif. Kesimpulan negatif tersebut dipercayai sepenuhnya, maka akan menjadi realita kehidupan. Kita berpikiran mengenai teman kita, sahabat kita, dan semuanya. Tanpa sadar kita menciptakan hubungan yang nyata dengan mereka. Kita berpikir positif maka teman kita tadi juga jadi positif, demikian juga sebaliknya. Kita semua saling terhubung dengan perantara energi.

Tidak hanya dengan klien, kehidupan sayapun sangat terpengaruh oleh kekuatan pikrian saya sendiri. Jika saya bisa berpikir positif, dan tau benar apa yang harus dilakukan maka sangat mungkin terjadi, dan ini memang sedang saya nikmati hasilnya. Tapi bila saya bingung, tidak menentukan apapun, hanya berdiri di tengah, tidak memilih, maka yng terjadi adalah saya tidak mendapatkan apapun. Nanggunglah istilahnya… Untuk tau benar maka saya berusaha membuat struktur rencana yang jelas. Visi kehidupan harus jelas, maka misi dan strategi akan didapat. Ini berlaku untuk segala macam hal. Terutama jalannya kehidupan. Saya berusaha menjadikan ini secara terstrukr dan saya jadikan bahan bagi program solusi super sukses. Klien saya dampingi selama 3 bulan, dalam mengaktifkan seluruh potensi energi dalam diri, membuat strutur rencana kehidupan, membuat strategi yang tepat untuk membuat Harapan/Rencana menjadi kenyataan.

Energi yang kita pancarkan akan membawa informasi yang berasal dari pikiran dan hati kita. Energi ini akan saling menghubungkan.

Ada beberapa klien yang mencoba kekuatan pikiran ini namun kurang mendapatkan hasil yang optimal, kenapa ini bisa terjadi? Boleh dicatat bahwa pikiran kita ini juga bekerja dan terkait dengan hati atau jiwa kita. Jika hati tidak terkondisi dengan tepat maka akan ketenangan dan kedamaian tidak akan bisa tercapai, kekuatan pikiran akan menjadi luar biasa jika hati bisa ditata sehingga tenang dan damai. Dalam hati kita ada bagian bagiannya, seperti ego amarah dan keinginan. Bagian bagian ini tidaklah bisa dihilangkan, hanya bisa ditata. Jika bisa ditata dengan baik maka energinya akan menjadi sangat luar biasa. Energi inilah yang akan bisa membackup kerja pikiran.

Kekuatan pikiran manusia akan bisa menjadi sangat optimal manakala energi yang membackupnya juga baik. Ini yang sering tidak disadari. Saya melihat ada banyak praktisi kemampuan pikiran yang hanya melatih dan mengoptimalkan pikiran saja. Tapi tidak dengan hatinya. Jadi energi yang dihasilkan dan dipancarkan menjadi kurang optimal juga.

Metode yang saya pelajari selama ini, adalah sebuah metode energi. Energi yang dihasilkan dari aktifnya bagian bagian terpenting dari tubuh. Yaitu pusat pusat energi, ataus ering disebut chakra.

Setelah chakra bisa diaktifkan dan dioptimalkan maka energi yang dihasilkan akan menjadi bisa dimanfaatkan untuk menata hati dan pikiran. Ini yang menyebabkan, kekuatan pikiran manusia menjadi bisa dioptimalkan dan membuat jalannya kehidupan semakin baik. Makin mudah untuk meraih keberhasilan. Hubungan yang baik akan bisa dirasakan antara kita dan sekitar kita. Jika kita baik, maka sekitar kitapun akan baik. Karena kita saling berhubungan satu dengan yang lain. Karena kita sebenarnya adalah satu kesatuan yang utuh dari sistem Alam Semesta.x